Ibu Guru Cabuli Lima Bocah Usia 8-11 Tahun

Ibu Guru Cabuli Lima Bocah Usia 8-11 Tahun
Foto: Ilustrasi - Tersangka guru mengaji yang diduga cabuli lima bocah di bawah umur ditangkap Polres Aceh Utara, Senin (28/1/2019)
Ibu Guru Cabuli Lima Bocah Usia 8-11 Tahun
Ibu Guru Cabuli Lima Bocah Usia 8-11 Tahun

Modusnya Nonton Video Sambil Bilang : Itu Tidak Berdosa.

Seorang wanita oknum guru mengaji berinisial N (31), ditangkap polisi Polres Aceh Utara karena diduga mencabuli lima anak di bawah umur.

Foto: Ilustrasi Guru Cantik

Pencabulan itu dilakukan N sepanjang tahun 2018.

N sendiri ditangkap di rumahnya, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Senin (29/1/2019).

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezki Kholiddiansyah, dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Utara menyebutkan, kasus itu dilaporkan salah satu ibu korban pada 11 Desember 2018.

“Penyidik mendalami keterangan lima korban. Lima anak ini ada laki-laki dan perempuan. Semuanya rata-rata berusia delapan sampai 11 tahun,” sebutnya.

Menurut keterangan korban, modusnya yaitu mengajak anak-anak ini menonton video yang disimpan dalam handphone pelaku.

Video itu berisi komedi dan berbagai film lainnya.

Seluruh kejadian dilakukan di kamar rumah milik korban.

Setelah itu, pelaku mencabuli anak tersebut.

“Bahkan, korban menyatakan perbuatannya itu tidak berdosa. Sehingga anak-anak itu tak perlu takut,” katanya. 
Lima anak itu berinisial M (8), MK (8), SS (11), ketiganya laki-laki.

Dua lainnya perempuan yaitu NK (8) dan AL (9).

“Kita sudah lakukan pemeriksaan medis atas perbuatan cabul pelaku. Barang bukti lain kita sita yaitu pakaian korban dan pelaku saat terjadi pencabulan itu,” sebutnya.

“Pelaku kami tahan dengan dijerat Pasal 81 Ayat (2) Jo Pasal 82 Ayat (1) dari UU RI No. 35 Tahun 2014 atas perubahan dari UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Kami terus dalami kasus ini sedetail-detailnya, jika ada korban lainnya silakan melapor ke polisi,” sebutnya. (Masriadi)

Sejumlah fakta memalukan terungkap setelah polisi dan warga menggerebek rumah seorang ibu guru di Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (17/10/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Sang guru tertangkap basah memasukkan pemuda yang tak lain adalah mantan siswanya ke dalam rumah pada malam hari.

Akibat perbuatannya, sang guru dan murid kini harus berurusan dengan kepolisian.

Warga menggerebek rumah TA (36) di Perumahan Jepun Permai I, Tulungagung.

Di dalam rumah itu, warga menemukan BS (21), mantan muridnya di sebuah SMK Swasta di Tulungagung.

1. Pintu Rumah Tertutup

Menurut seorang warga bernama Ahmad (49), sebenarnya warga sudah tahu kedatangan BS sejak sekitar pukul 19.00WIB.

"Sepeda motornya diparkir di depan rumah," tutur Ahmad.

Hingga pukul 22.00 WIB motor itu masih berada di depan rumah, sementara pintu rumah dalam keadaan tertutup.

Warga kemudian berinisiatif menghubungi Ketua RT setempat, kemudian melapor ke Polsek Tulungagung.

2. Warga ramai-ramai datangi rumah Bu Guru

Beramai-rama warga mendatangi rumah TA dan menanyakan keberadaan laki-laki di rumahnya.

"Saat itu dia bilang sendirian di rumah. Padahal warga mendengar ada suara laki-laki," tambah Ahmad.

3. Beralasan suara lelaki dari televisi

TA beralasan dia sedang menyalakan televisi.

Suara laki-laki itu disebutnya berasal dari televisi yang menyala.

Namun warga tidak percaya begitu saja dan memeriksa ke dalam rumah.

4. Siswa Bu Guru bersembunyi di loteng

Saat itulah BS ditemukan di loteng lantai dua.

Polisi yang datang kemudian menginterogasi BS. Pemuda ini mengaku hanya bertamu biasa.

Polisi kemudian memeriksa telepon genggam miliknya. Di dalamnya ada komunikasi BS dengan TA.

Saat digerebek, TA mengaku tidak tahu keberadaan BS.

Menurutnya, saat lampu rumah mati tiba-tiba BS melompat pagar.

5. Ajakan berbuat asusila

BS ternyata mengajak TA berbuat mesum. BS malu isi telepon genggamnya dibaca, dan merebutnya dari polisi.

"Sama polisinya dia kemudian diringkus supaya tidak melawan," tutur Ahmad.

Keduanya kemudian dibawa ke Mapolsek Tulungagung.

Karena terkait perkara perzinahan, keduanya diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung.