Jangan Berbangga Jadi Orang Baik

Jangan Berbangga Jadi Orang Baik

Jangan Berbangga Jadi Orang Baik
Ciri dan Sifat Manusia

Jangan berbangga jadi orang baik. Jika merasa baik, biasanya akan merendahkan orang lain terutama orang yang melakukan kesalahan. Waspadalah. Merasa jadi orang baik adalah jalan setan. Inlah bentuk kesombongan terutama lalu menghinakan orang yang berdosa. Merasalah berdosa sehingga hati lembut dan mudah beristighfar. Merasalah takut amalan tidak diterima. Takut kena azab Allah Ta’ala.

Semoga Catatan Ini Bermanfaat

Tidak berani mengutuk orang yang melakukan dosa karena ada janji pengampunan bagi yang bertaubat. Tidak ada jaminan orang yang baik saat ini akan mendapatkan akhir yang baik kelak. Tidak ada juga jaminan bahwa orang yang sesat kini tidak mendapatkan akhir yang baik kelak. Ketika kata kutukan dan hinaan ditimpakan kepada pendosa, bukan hal sulit bagi Allah Ta’ala membalikan keadaan.

Dalil Tidak Boleh Menghina Pendosa

Janganlah menyatakan diri kalian suci. Sesungguhnya Allah yang lebih tahu manakah yang baik di antara kalian. (HR. Muslim no. 2142).

Barang siapa yang menghina saudaranya yang melakukan dosa, maka Allah tidak akan mematikannya sebelum dia melakukan perbuatan yang sama dengan orang itu (Hr. At Tirmidzi, 1544).

Cukuplah dua buah dalil tersebut menjadikan hati lembut dan tidak menghina para pembuat dosa. Tentu bukan membenarkan apa yang mereka lakukan.  Pengingkaran terhadap apa yang mereka lakukan tetap harus dilakukan. Jika memang bisa menghalangi mereka dari berbuat dosa, lakukanlah. Bagaimanapun dosa itu menyakitkan bumi dan apa yang ada di bumi. Dosa itu akan mendatangkan musibah. Para pendosa pun akan mendapatkan hukuman setimpal dari Allah Ta’ala.

Doakan para pendosa agar mereka mendapatkan hidayah dan petunjuk. Doakan agar mereka menjauh dari hal-hal yang mendekatkan kepada perbuatan yang membinasakan diri mereka sendiri.

Para pendosa itu malah dikatakan lebih dekat kepada taubat dibandingkan dengan ahli bid’ah yang merasa telah melakukan kebaikan. Padahal apa yang dilakukan oleh ahli bid’ah tidak ada tuntunannya sehingga apa yang dikerjakan tertolak dan mereka pun berdosa.

Ahli bid’ah lebih sulit diajak untuk bertaubat karena mereka tidak merasa bersalah. Berbeda dengan para pendosa yang paham bahwa apa yang mereka lakukan adalah dosa. Kita doakan agar kedua golongan ini mendapat hidayah segera dan kita pun dihindarkan dari berbuat keji kepada diri sendiri. Aamiin.

Tidak Boleh Sombong

Tidak berani mengutuk orang yang melakukan dosa karena tidak mau berbuat sombong. Tidak ada yang tahu derajad manusia selain Allah Ta’ala. Siapa tahu orang yang terlihat berlumur dosa itu malah sudah diterima taubatnya. Ia menjadi orang yang sangat baik dan dosa-dosanya diampuni. Bagaimana dengan kita yang mungkin terlanjur menghujat mereka?  Merasa diri tidak lebih baik dari mereka akan meningkatkan rasa takut dan was-was kalau-kalau amalan tidak diterima.